Keterbukaan Informasi Publik Bukan Ancaman

Komisi Informasi Daerah DIY bekerja sama dengan Dinas Kominfo Kab.Sleman dan Pemerintah Kecamatan Ngemplak menyelenggarakan sosialisasi keterbukaan informasi publik, Selasa (17/10) di pendopo Kecamatan Ngemplak. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus PPID Pembantu Kecamatan Ngemplak, perwakilan tim dari  Dinas Kominfo dan juga 50 perwakilan dari masing-masing Pemerintah Desa se Kecamatan Ngemplak.

Sosialisasi kali ini merupakan upaya dari Komisi Informasi Daerah dalam meningkatkan pemahaman terhadap Keterbukaan Informasi Publik, yang memang sudah diamanatkan oleh UU No. 14 Tahun 2008 ttg Keterbukaan Informasi Publik untuk dilaksanakan di masing-masing badan publik di tingkat Desa. UU ini menjadi jaminan bagi publik untuk memperoleh hak fundamentalnya dalam hal mengakses informasi publik, ada 2 hal pokok dalam UU ini, pertama, masyarakat memperoleh jaminan untuk berperan aktif dalam pengambilan kebijakan publik, melalui akses informasi yang diperolehnya tentang proses pengambilan kebijakan dalam setiap program pembangunan. Dengan demikian, partisipasi aktif masyarakat dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Indikatornya adalah transparasi, efektif dan efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, dari sisi penyelenggara negara (badan publik) dapat mempersiapkan pengelolaan dan pelayanan informasi publik yang berkualitas dan adanya jaminan perlindungan secara regulasi.

Keran keterbukaan informasi sudah dibuka melalui terbitnya UU KIP ini, oleh karena itu, masyarakat perlu didorong agar dapat memanfaatkannya secara baik dan berdaya guna. Keterbukaan informasi di kalangan masyarakat umum juga perlu diberi akses khusus. Perlu kerja sama baik pemerintah maupun masyarakat untuk mengubah mindset dalam keterbukaan informasi publik. “Keterbukaan informasi publik bukanlah ancaman, dan adalah hak setiap orang untuk tahu,“ ujar Suharnanik Listiyana, komisioner Komisi Informasi Daerah DIY.

Suharnanik Listiyana mengaku sudah kedua kalinya ke Ngemplak berkaitan dengan keterbukaan informasi publik. “Ini yang kedua kalinya saya kesini, tapi yang pertama dulu karena sengketa informasi,” ujarnya disambut tawa peserta.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *