Dimulai dari Moyudan, KID DIY Memulai Pendampingan OPD di Sleman

Dimulai dari Moyudan, KID DIY Memulai Pendampingan OPD di Sleman

Kecamatan Moyudan menjadi kecamatan pertama di Sleman yang menerima kunjungan dan pendampingan oleh KID DIY, setelah usainya evaluasi PPID Kabupaten/Kota pada 25 Oktober lalu yang juga dilakukan KID DIY. Pemerintah Kecamatan Moyudan melalui Wawan Widiantoro selaku Sekretaris Camat menyatakan kesanggupannya menyajikan data maupun fakta berkaitan dengan implementasi keterbukaan informasi publik yang ada di Kecamatan Moyudan.

“Saya sekcam selaku PPID di Kecamatan Moyudan akan menyajikan fakta yang apa adanya dan bisa dilihat langsung dan tentunya ada kekurangan-kekurangan nanti kita menyadarinya dan kami akan segera siap memperbaiki demi terwujudnya akses informasi kepada masyarakat yang lebih baik,” terang Wawan, Kamis (7/12) di Kantor Kecamatan Moyudan.

Wawan juga membeberkan bahwa selama ini Kecamatan Moyudan tidak melulu menggunakan sisi formil prosedural dalam proses pemberian informasi kepada masyarakatnya. “Kecamatan Moyudan pertama-tama harus dipahami sebagai masyarakat yang masih pedesaan, salah satu ciri masyarakat pedesaan adalah rekatnya hubungan kekeluargaan, bersifat paguyuban, sehingga ini juga membutuhkan treatment atau metode pelayanan spesifik paguyuban,” ungkapnya. Karena sifatnya yang masih menjunjung tinggi adat pedesaan, Wawan menyampaikan bahwa masyarakat Moyudan sangat terbiasa melakukan komunikasi berbagai hal termasuk program-program pemerintah, keluhan pengaduan dari masyarakat dalam forum-forum paguyuban khas masyarakat petani dan pedesaan.

Meski demikian, diakui Wawan, masyarakat Moyudan juga terbuka terhadap perkembangan teknologi dan informasi. Salah satu Desa yang telah menggunakan kemajuan teknologi dan informasi dalam proses pelayanannya adalah Desa Sumberrahayu. “Desa menerapkan sistem WA (WhatsApp-red) untuk segala pengurusan administrasi desa, cukup dengan mengirim WA saja,” lanjut Wawan. Proses pelayanan menggunakan WA ini menurut Wawan sudah disosialisasikan pihaknya hingga ke level RT dan RW. Hal ini tak lain karena Wawan ingin perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warganya.

Selain bertugas menangani sengketa informasi, Komisi Informasi Daerah (KID) DIY juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pendampingan kepada organisasi perangkat daerah. Pendampingan ini dinilai lebih efektif karena dapat melihat secara langsung kondisi di kantor dan dapat memberikan masukan terkait keterbukaan informasi publik dan proses pelayanan.

KID DIY melakukan kunjungan dan pendampingan PPID ke 2 Perangkat Daerah yang ada di Kabupaten Sleman, yakni Kecamatan Moyudan dan Kecamatan Minggir pada Kamis (7/12). Selain 2 kecamatan tersebut, Dinas Kebudayaan Sleman, Bappeda Sleman, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Kecamatan Sleman, Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman, dan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Sleman, akan menerima kunjungan dan pendampingan dari KID DIY pada Selasa (12/12) dan Kamis (14/12).

Menurut Suharnanik Listiana selaku Komisioner KID DIY, mereka memilih 8 Perangkat Daerah di Sleman pada pendampingan awal ini berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi tahun 2017 yang menurutnya ada beberapa yang nilainya perlu ditingkatkan dengan sentuhan khusus berupa pendampingan. “Ada OPD yang tahun kemarin masuk nominasi tapi tahun ini enggak jadi kita pingin menggali masalahnya apa, sehingga harapan kami pelayanan informasi bisa ditingkatkan kembali,” ungkap Nanik.

Tak hanya itu, KID DIY juga memfokuskan pada OPD baru atau OPD yang awalnya bergabung kemudian berpisah. “Seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tahun kemarin gabung tahun ini pisah dan ini tidak masuk nominator sehingga kendalanya apa kami tahu. Termasuk OPD baru, tata ruang itu kan OPD baru itu perlu ada pendekatan dari awal sehingga benar-benar tertata PPID-nya,” jelas Nanik.

Nanik menyampaikan melalui pendampingan ini, KID DIY dapat mengetahui kendala yang dihadapi oleh kedelapan Perangkat Daerah tersebut sehingga pada akhirnya bisa memberikan masukan langsung baik itu tentang websitenya maupun kebutuhan informasi secara online atau secara langsung.

“Harapannya setelah hasil pendampingan ini selesai kita akan menyampaikan ke PPID utama di Kabupaten Sleman tentang porsi mana yang menjadi tanggungjawab PPID utama dan porsi mana PPID pembantu sekaligus catatan apapun sehingga ada perubahan,” tutur Nanik.

Sumber: http://mediacenter.slemankab.go.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *