Keterbukaan Informasi Desa Permudah Akses Informasi Masyarakat Desa

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik mencanangkan Keterbukaan Informasi Desa, Jumat (7/12/2018) di Rumah Makan Pring Sewu, Sleman.
Pencanangan Keterbukaan Informasi Desa di Kabupaten Sleman ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. Dalam kesempatan tersebut, Sri Muslimatun mengungkapkan apresiasinya terhadap kinerja Dinas Kominfo Sleman yang telah memberikan akses informasi kepada masyarakat desa secara terbuka.

“Karena informasi desa terbuka maka tidak ada wasangka semuanya terbuka, transparan, semua masyarakat bisa mengakses dan ini luar biasanya, ini dibiayai, gratis, desa manapun mau buka website gratis,” beber Sri Muslimatun. Muslimatun mengatakan bahwa masyarakat Sleman nantinya bebas mendapatkan informasi hanya dengan membuka website desa.

Akan tetapi, Muslimatun menggarisbawahi bahwa ada hal-hal khusus yang masyarakat memang tidak boleh tahu. “Ini namanya rahasia jabatan, dimanapun ada termasuk informasi desa ini meskipun terbuka tapi tetap ada rahasia jabatan yang ketika itu semua pegawai disumpah akan menjaga rahasia jabatan atau negara,” ungkap Muslimatun.

Hal ini menurut Muslimatun, juga membuat masyarakat sadar untuk tidak asal berbicara. “Dan ketika ada berita hoax mereka mengerti bahwa itu tidak benar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Noor Hidayati Zakiyah Pramulani menambahkan Pencanangan Keterbukaan Informasi Desa hari ini merupakan awal mula bagi 86 desa yang ada di Sleman untuk menerapkan keterbukaan informasi publik.

“Hari ini kita canangkan yang artinya kita mulai proses keterbukaan informasi publik di desa itu, sementara ini baru ada 5 desa yang membentuk Pejabat Pengelolan Informasi dan Dokumentasi di tingkat desa,” tutur wanita yang akrab disapa Ida ini.

Lima desa tersebut disampaikan Ida adalah desa yang ada di Kecamatan Sleman, yaitu Pendowoharjo, Caturharjo, Tridadi, Triharjo, dan Trimulyo. Proses ini menurut Ida perlu dilakukan secara bertahap. Tahun depan, Dinas Kominfo Sleman akan bekerja sama dengan Komisi Informasi Daerah DIY untuk melakukan pendampingan dan monitoring evaluasi.

“Sehingga desa menjadi lebih termotivasi untuk menerapkan Undang-undang Keterbukaan Informasi,” tambahnya. Selanjutnya, Ida juga menghimbau bagi desa yang ingin dibuatkan website, pihak desa bisa langsung menghubungi Dinas Kominfo Sleman. “Ini difasilitasi Kominfo, bagi desa yang ingin membuka website bisa menghubungi Kominfo dan nanti akan dilakukan pendampingan, terutama agar bagaimana mereka bisa terus aktif konten websitenya,” ujar Ida.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*